Denting Hati


Kangen maen-maen di UI lagi… Tempat pacaran ga pake modal, digendong suami sampe danau UI, makan timbel sambil lesehan (udah kayak orang piknik), wkwkwk, noraaaak, kampuuuung :D :D


Tapi seruuu,ngangeniiin, huhu…

Huaaah, beneran kangeeen..


#efek tinggal di kampung, pelosok, subang :D


Menikah Kok Malah Futur?

Dilema Golongan Sempurna Setengah Dien

Untuk banyak ikhwan dan akhwat yang telah menikah, berikut ini masalah. Atau tantangan? Terserahlah. Yang penting, harus dicari jalan keluarnya.

Merasa tidak seshalih sewaktu lajang?

Saat belum memiliki pasangan, rajin sekali menuntut ilmu. Menghafal Quran. Berdakwah ke sini dan ke sana. Tapi, kenapa setelah lengkap setengah dien itu, malah “hilang” sebagian yang lain?

Masa-masa awal pernikahan, rentang usia 0 - 3 tahun, menurut Irwan Rinaldi, pengasuh rubrik kolom Ayah di majalah Ummi sekaligus pemeran sosok Ust. Rahmat Abdullah di film Sang Murabbi, adalah waktu pembentukan identitas rumah tangga. Jika dalam 3 tahun tersebut, rumah tangga diwarnai dengan pembinaan, kegiatan, dan hari-hari yang militan, itu akan terbawa terus sepanjang napas pernikahan.

Namun, bila pernikahan hanya diisi dengan kegiatan zona nyaman, maka jangan heran banyak standar yang menurun. Padahal, di masa-masa itu pulalah pasangan ikhwan dan akhawat mungkin punya anak. Lalu, ayah macam apa yang akan menyambut sang generasi baru? Ibu macam apa yang akan mendidik sang penerus perjuangan?

Itu sebabnya kita menemukan potret keluarga hafizhul quran, ada juga hafizhul tontonan. Ada keluarga da’wah ilallah, ada pula keluarga mantan da’wah ilallah.

Rumah tangga harusnya jadi semangat tersendiri untuk meningkatkan amal. Kualitas. Pencapaian. Tentu, itu teorinya. Sedang praktiknya amat sukar jika tidak ada kesungguhan dan suami dan pasangannya. Karena lelaki, setelah menikah, bisa asyik lupa ketika bertemu keluarga. Karena perempuan, setelah menikah, bisa lebih memilih sibuk mengurusi pernak-pernik rumah tangga.

Salah?

Tidak, pastinya. Hanya saja, kalau berlebihan, kita pelan-pelan bisa berubah jadi laki-laki dan perempuan umum biasa. Yang tak lagi punya isy kariiman, hidup cita-cita mulia. Cuma bervisi mengalir, cari uang, nikmati, anak besar, menikah, punya cucu, dan mati dengan nisan sempurna.

Iqamatuddin? Masa lalu yang indah belaka. Tak lebih dari album kenangan buram di antara saraf-saraf kepala…

Asa Mulchias

Naudzubillah… Semoga kita termasuk pasangan istiqomah yg berfastabiqul Khoirat, Fillah,yak Mr. S

Semangaaaat Mr. S, Wujudkan impian kita!!! ;)


Inspirasi : Al-Mukminun

Entahlah, kenapa tiba-tiba saya menjadi sangat terinspirasi dengan bocah bernama Habib yang hafal Qur’an ya? Dan ingin sekali hafal Surat Al-Mukminun

Emmm, itu pertanyaan dilontarkan untuk siapa Shine? Oh tenang, tentu saja untuk diriku sendiri dari hati yang selalu berdenting…

Yuk ah diri, optimalkan hafalan dengan metode ODOA (One Day One Ayat), tapi apa ga keterlaluan yak sehari satu ayat doank? Ya daripada tidak sama sekali, nah lho?!

SEMANGAAATTT!!!

Bismillah!


Kadang memang ilmu tuh harus lebih dulu dipersiapkan, agar yg namanya egois, amarah atau sejenisnya itu bisa terendam, tergantingkan dengan kesadaran bahwa ada peran ikhlas dan ridho yg harus diupayakan.

– Hikmah hari ini - Belajar Memetik Hikmah

bigzaman:

Innalillah.. T.T

Masihkah kita menyisakan makan sahur dan buka kita hanya karena tidak nafsu makan?

Semoga Allah segera mengangkat kesulitan saudara-saudara kita di Somalia, Rohingya, Palestina, dan negara Islam lainnya..

rizkakhaira:

Mufti Saudi Arabia menangis di acr TV live ketika mdptkan pertanyaan dr Somalia: “Apakah puasa kami diterima meski tdk Sahur & Ifthar?”

Puluhan ribu Muslim Somalia dikabarkan masuk dalam fase kelaparan terburuk dalam satu generasi. Bahkan, Pemimpin Badan Bangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (World Food Programme-WFP) Josette Sheeran telah menyatakan bahwa penderitaan anak-anak yang menyelamatkan diri dari kelaparan di Somalia merupakan kenyataan terburuk yang pernah dilihatnya.
Memang di Indonesia juga banyak rakyat yang fakir dan miskin, namun situasi kita sangat berbeda dengan Somalia. Jika rakyat kita yang miskin baru sehari tidak makan, karena mungkin tidak ada makanan, maka umat Islam di Somalia sudah tidak makan dalam waktu lama sehingga banyak yang merenggang nyawa karena kelaparan. Baik laki-laki dewasa, perempuan, dan yang sangat menyedihkan adalah anak-anak kecil.

Being a mother

Hush! Perempuan itu nggak boleh ketawa ngakak! Ora elok!

Cewek itu harus bisa masak, jahit, beberes rumah.

Ayo dong, Sayang, jangan main mobil-mobilan. Kamu kan, cewek.


Merasa familiar dengan kalimat-kalimat sejenis? Atau mungkin, sebagai orang tua, kita justru mengatakannya pada anak-anak kita?

Pantas saja Simone de Beauvoir, seorang filsuf eksistensialis dari Perancis pernah berkata begini:


Women are not born, they are made.


*Duh kayaknya kasusnya akan sama ni… Oh Allah, help meee… Semoga saja setelah anakku lahir, aku benar-benar punya insting keibuan. Kalau tidak, oh nooo!!! Gawat! Prepare starting from now, Shine!!!


Gantengan Mana?

  • U : "Mba, aku lagi nonton film korea Crazy Little Thing Called Love, cowoknya ganteeeeng bangeeet..."
  • N : "Astagfirullah, puasa woooy :D, tapi emang ganteng sih, aku pernah nonton :d"
  • U : "Wooo, dasar sendirinya :p. Btw, gantengan mana sama suamimu, mba?"
  • N : "Gantengan suamikulah..."
  • U : "Masa?"
  • N : "Yap, ga ada tandingan wiisss :D :D"

Seseorang yang berusaha membuatmu bahagia secara diam-diam adalah seseorang yang mencintaimu dengan tulus

– (via kurniawangunadi)

(Source: anaianai)

Via A Luta Continua

Setiap kita memiliki pelabuhannya sendiri. Ketika sudah jauh menjelajah ke berbagai tempat, ada satu tempat yang harus kita tuju untuk kembali, ialah sahabat sejati. Dan sahabat sejati biasanya akan selalu ada di sini, di hati.

(via anamrufisa)

Mantabs mba ana ^^

Via anamrufisa

Allah tidak hendak menyulitkanmu, tetapi Dia hendak membersihkanmu dan menyempurnakan nikmat-Nya atasmu supaya engkau bersyukur.

– (QS. Al-Maidah:6)